Dengan Naskah ‘Aduh’, Teater Kurusetra Tampil Memukau

JARRAKPOSLAMPUNG – Divisi Teater dari Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Unila, Teater Kurusetra tampil memukau dalam pertunjukan teater berjudul “Aduh” karya Putu Wijaya pada Pagelaran Seni Pertunjukan di Taman Budaya Lampung, Rabu (25/05/2022).

Sebelum tampil, Teater Kurusetra melalui waktu dua bulan untuk mendalami naskah tersebut. Mulai dari latihan dasar ketubuhan, bedah naskah, reading dan reahersal. 

“Naskah Aduh menceritakan sebuah potret singkat situasi masyarakat kita saat ini.  Naskah Aduh merupakan naskah absurd yang dapat memberi berbagai perspektif bagi siapapun yang melihat pertunjukan ini,” tutur Sutradara pertunjukan Naskah Aduh, Novian.

Sekilas, lanjut Novian, memang peristiwa ini seakan menunjukkan bahwa masyarakat tak punya empati untuk menolong sesama, padahal sesungguhnya ada faktor lain.

“Selama ini masyarakat kecil selalu menjadi kambing hitam dari setiap masalah yang muncul, masyarakat kecil selali menjadi korban dari sistem. Itulah yang membuat mereka–secara alam bawah sadar–“kapok” untuk menolong,” jelas dia.

Pertunjukan Aduh, tambah Novian, menceritakan sekumpulan orang yang tengah bimbang antara menolong si sakit atau tidak. Karena perdebatan dalam kelompok yang tak kunjung memberikan satu keputusan untuk menolong atau meninggalkan, si sakit pun mati. Mereka kebingungan, takut tertuduh dan takut kejadian yang sama terulang kembali.

“Satu sisi cerita ini dapat menjadi kritik terhadap sikap masyarakat yang kurang memiliki empati, dan di sisi lain sekaligus menjadi gugatan untuk kita semua–untuk mempertanyakan kembali sejauh mana keadilan ditegakkan” tutur dia.

Tim Teater Kurusetra pose bersama usai pertunjukan

Dalam pagelaran ini terdapat beberapa penampilan teater lain dari Unit Kegiatan dari berbagai Universitas di Lampung : Teater Orion (Universitas Teknokrat Indonesia), Teater Mentari (UM Metro), Tetaer Sangkar Mahmud (UM Kota Bumi), Tetaer Pintu Tanah (UKMF KSS Universitas Lampung), Teater Slira ( UIN Lampung), Teater Meghantara ( STAI Tulang Bawang) yang tampil dua hari berturut-turut.

Ketua Umum UKMBS Unila, Febrian Malik Ar-razaq menuturkan, garapan ini dapat menjadikan suatu titik awal anggota baru UKMBS Unila untuk terus semangat melakukan proses kreatif di sini.

“Kegiatan pagelaran seperti ini diharapkan dapat memberikan warna dan semangat baru bagi kelompok-kelompok teater Universitas di Lampung untuk terus melakukan proses serta terus menggali potensi masing- masing kelompok teater di Lampung,” kata dia. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *