Demokrat Segera Panggil Yozi Rizal

Terkait Pelecehan Terhadap PMII Saat Aksi Omnibus Low

JARRAKPOSLAMPUNG – Dewan Pengurus Daerah (DPD) Partai Demokrat segera memanggil kadernya yang duduk sebagai anggota DPRD Lampung, Yozi Rizal terkait dugaan pelecehan terhadap organisasi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) saat aksi Omnibus Low di DPRD Lampung, Selasa (13/10/2020) lalu.

Ketua Badan Pembinaan Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPD Partai Demokrat Lampung, Levi Tuzaidi mengatakan, pihaknya akan meminta klarifikasi kepada kadernya terkait dugaan pelecehan tersebut.

“Nanti kami akan minta klarifikasi kepada yang bersangkutan. Tapi pada prinsipnya, Partai Demokrat merasa di barisan yang sama dengan PMII ketika berbicara menolak UU Omnibus Low,” kata Levi kepada jarrakposlampung.com, Rabu (14/10/2020) malam.

Karenanya, lanjut Levi, sebaiknya semua fokus pada isu pokok dan jangan terpecah pada hal lain. Sebab, kata dia, apa yang dilakukan kadernya belum tentu bermaksud menghina.

“Ada baiknya ini dibicarakan baik-baik, dengan kepala dingin. Tapi kami tentu akan minta klarifikasi terlebih dahulu. Saya juga tidak begitu memahami duduk persoalannya,” ujar Levi yang mengaku masih di luar daerah.

Sementara, terkait dugaan pelecehan tersebut sejumlah tokoh PMII Lampung mengecam perbuatan Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yozi Rizal tersebut. Bahkan, Ketua PKC PMII Lampung, Baladil Ummah telah melaporkan perkara tersebut ke Kepolisian.

“Kita telah laporkan anggota DPRD Provinsi Lampung Yozi Rizal dari Fraksi Partai Demokrat ke Polda Lampung, dan kita akan melakukan rapat internal guna membagi tugas agar semua gerakan dapat berjalan, yang jelas tidak akan merubah tujuan awal kami untuk mengawal persoalan Omnibus Law,” Jelas ketua umum PKC PMII Lampung itu.

Minta BK Proses Yozi

Terpisah, Sekretaris Ikatan Keluarga Alumni (IKA) PMII Kota Bandarlampung, Sudibio Putra mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Yozi Rizal. Sebab, kata Sudib –sapaan akrabnya–, apa yang dilakukan Yozi mencerminkan buruknya etika wakil rakyat.

“Kami meminta Badan Kehormatan (BK) DPRD Lampung untuk memproses yang bersangkutan (Yozi). Sebab yang bersangkutan ini telah beberapa kali membuat gaduh. Belum lama ini kita semua juga tahu ribut-ribut soal rekrutmen Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) yang diduga nepotisme, lantaran yang lolos seleksi justru ada hubungan darah dengan para anggota Komisi I yang dipimpinnya,” tutur Sudib.

Belum lagi, tambah dia, terkait seleksi Komisi Penyiaran (KI) yang sempat ramai diberitakan adanya suap menyuap.

“Ini memang oknumnya tidak beres. Jadi oknum ini memang memiliki catatan buruk. BK tidak boleh diam dan tutup mata,” tukasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *