Bisnis Sabu, Perwira Polisi Diamankan BNN

JARRAKPOSLAMPUNG – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNN) Provinsi Lampung menggelar konferensi pers terkait pengungkapan penyelundupan narkotika jenis sabu di Kabupaten Lampung Tengah.

BNN Provinsi Lampung, menetapkan dua tersangka dalam perkara tersebut. Keduanya adalah Kepala Kampung (Kakam) Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah bernama Adi Kurniawan alias Daing (39) dan Oknum Perwira Polri yakni Andriyanto (47).

Namun tak seperti pada biasanya, para tersangka yang biasanya ditampilkan di depan awak media, pada ekspose BNN Provinsi Lampung kali ini hanya menampilkan barang bukti saja.

Kepala BNN Provinsi Lampung bersmaa Kebag Humas Polda Lampung saat ekspose.

Kepala BNN Provinsi Lampung, Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya mengatakan, penangkapan keduanya bermula pada Sabtu (08/08/2020) ketika anggotanya mendapatkan informasi dari salah satu ekspedisi bahwa ada paket mencurigakan berupa speaker atas nama Steven.

“Paket speaker itu tiba-tiba ditinggal oleh seseorang yang sebelumnya berencana mengambil paket tersebut,” ungkapnya, Kamis (13/08/2020).

Paket tersebut diketahui berasal dari Pekanbaru dengan tujuan Bandar Jaya, Lampung Tengah.

“Lalu tim kita datangi ekspedisi itu untuk melakukan pengecekan, ternyata isinya narkotika jenis sabu,” ujar dia.

Selanjutnya pihaknya berkoordinasi dengan Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah untuk melakukan penyelidikan secara bersama-sama.

Minggu (09/08/2020) di pelataran Masjid Al Ikhlas Gunung Sugih dibantu dengan anggota Polres Lampung Tengah, tim berhasil mengamankan seorang pria yang merupakan Kakam Sukajawa, Kecamatan Bumi Ratu Nuban, Kabupaten Lampung Tengah.

“Dia berinisial AK (Adi Kurniawan alias Daing) yang saat itu berencana mengambil paket sabu tersenut,” terangnya.

Dari keterangan Adi Kurniawan bahwa dirinya menerima perintah dari dari seorang oknum perwira Polri bernama Andriyanto.

“Kita kemudian mengamankan AY (Andriyanto) pada kediamannya di Ganjar Agung, Metro Barat. Selanjutnya keduanya dibawa ke BNNP Lampung untuk pengembangan,” pungkasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *