Berbelit Belit, Kepala Inspektorat Lamteng Disemprot Hakim

JARRAKPOSLAMPUNG – Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibatullah, diperiksa sebagai saksi di sidang lanjutan kasus suap Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa di Pengadilan Tipokor Tanjungkarang, Kamis (18/03/2021).

Dalam sidang yang para hakim yang di ketuai Hakim Efiyanto tersebut, menilai kesaksian Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibatullah berbeda dengan keterangan saksi lainnya.

“Bapak ini kepala inspektorat, tapi kok ga mengerti pertanyaan. Semua saksi menerangkan jika memberi uang dengan harapan mendapat pekerjaan (proyek). Kok bapak alasannya meminjamkan, itu bagaimana itu. Kami ini mengerti urusan simpan penjam,” kata salah satu hakim.

Mendengar pernyataan hakim tersebut, Muhibatullah hanya terperangah. Hakim pun mrminta agar Muhibatullah menjelaskan maksud dari jawabannya tersebut. Muhibatullah pun ahirnya menjelaskan, bahwa msksud dari dana yang dipinjamkan tersebut adalah bisa dikembalikan berupa uang atau pekerjaan (proyek).

“Begini yang mulia, uang itu bisa dikembalikan berupa uang atau berupa proyek,” kata Muhibatullah.

Kelima saksi dalam sidang lanjutan kasus suap Mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa, Kamis (18/03/2021).

Hakim pun menyayangkan pernyataan Muhibatullah yang terkesan berupaya memelintir keterangan. Untuk itu, hakim mengingatkan jika yang betsangkutan bisa saja ditersangkakan, lantaran keterangannya.

“Jangan diplintir-plintir ya, jangan melindungi. Jika A katakan A, jika B katakan B. Anda ini inspektorat kok begini. Apa kata bawahan anda nanti, inspektoratnya begitu, bupatinya begitu,” tegas hakim.

Diketahui, sidang kasus suap pengadaan barang dan jasa yang menyeret nama mantan Bupati Lampung Tengah Mustafa, kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungkarang Bandarlampung, Kamis (18/03/2021). Sidang kali ini masih diagendakan mendengarkan keterangan para saksi.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK RI awalnya dijadwalkan menghadirkan delapan orang saksi dalam persidangan. Namun hanya lima saksi yang bisa hadir di persidangan dari unsur aparatur sipil negara (ASN) maupun unsur swasta.

Ke lima saksi tersebut adalah Direktur CV Tujuh Tujuh, Yusrol Fauzi Saleh, Kepala Inspektorat Lampung Tengah Muhibatullah, dan Irwan Hanim wiraswasta. Kemudian ada juga Staf BPKAD Lampung Tengah Ahmad Ferizal dan Yusari Aris wiraswasta yang merupakan paman Mustafa. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *