Bawaslu Deklarasikan Desa Anti Politik Uang


JARRAKPOSLAMPUNG – Sebagai komitmen Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) yang terus berjuang mewujudkan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020 yang bersih, jujur dan adil.

Bawaslu Pesawaran menggelar Deklarasi Desa Anti Politik Uang yang di tempatkan di Desa Sukamaju, Punduh Pidada, Jumat (20/12/2019).

Ketua Bawaslu Pesawaran, Ryan Arnando mengatakan, Pilkada bisa menghasilkan pemimpin sesuai ekspektasi masyarakat jika masyarakat komitmen untuk tidak terima politik uang.

“Ayo, kita lawan bersama. Katakan tidak pada politik uang,” kata pemilik sapaan Ijul itu.

Menurut Ijul, Undang Nomor 10 tahun 2016  yang isinya, bahwa bagi orang yang memberikan maupun menerima politik uang ada unsur pidana pemilunya 36 sampai dengan 72 bulan hukuman atau pidana pemilunya. 

“Jadi saya menghimbau jangan sampai masyarakat terjebak.

Tujuannya dari deklarasi ini, tambahnya, memberikan pendidikan politik bagi masyarakat Pesawaran khususnya desa Sukamaju untuk melawan politik uang pada pilkada 2020.

Di tempat yang sama, Koordinator Divisi Pengawasan Bawaslu Lampung, Iskardo P Panggar menyampaikan, proses pemilihan Kepala Daerah dari tingkat bawah sampai tingkat atas merupakan proses untuk mencari dan memilih pemimpin sebagai pelayan rakyat untuk memajukan pembangunan dan kesejahteraan daerahnya.

“Desa Sukamaju dapat dijadikan contoh untuk pilkada 2020 sebagai kampung anti politik uang di Kabupaten Pesawaran,” kata dia.

Diketahui, kegiatan tersebut dihadiri oleh Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Pesawaran, Camat, Kepala Desa dan Tokoh Masyarakat, tokoh Agama, tokoh adat serta masyarakat desa. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *