Banyak Primata Tewas di TNBBS, Geranat Gelar Baksos

JARRAKPOSLAMPUNG – Sedikitnya 50 orang muda mudi yang tergabung dalam Gerakan Remaja Bengkunat (Geranat) menggelar bakti sosial (Baksos) membersihkan Jalur Lintas Barat (Jalinbar) yang melintasi Taman Nasional Bukut Barisan Selatan (TNBBS), Minggu (10/11/2019).

Kegitan tersebut dilakukan Geranat lantaran prihatin dengan kondisi ekositem di TNBBS yang makin terancam keberadaannya oleh kelalaian pengguna jalan.

Geranat menggelar Baksos, bersihkan Jalinbar guna melindungi ekosistem TNBBS


“Jalinbar yang melintasi TNBBS merupakan jalur penghubung antara Kabupaten Tanggamus dengan Kabupaten Pesisir Barat. Di jalur tersebut kini kondisinya sangat memprihatinkan, selain banyak sampah juga kerap ditemukan primata yang tewas tertabrak kendaraan,” kata Korninator Lapangan kegitan tersebut, Jumangin kepada jarrakposlampung.com.

Ya, keberadaan sampah, disadari atau tidak memancing kedatangan primata untuk turun mencari makanan. Hal tersebut yang mengakibatkan tidak sedikit primata yang tertabrak oleh pengendara.

Dari pantauan jarrakposlampung.com keberadaan sampah di sepanjang Jalinbar disebabkan oleh ulah pengguna jalan yang bermaksud memberi makan primata. Tindakan tersebut tidak hanya pencemaran lingkungan, lebih dari itu juga membahayakan ekositem yang berada di TNBBS terutama jenis primata.

“Hal tersebut yang membuat kami tergerak untuk melakukan baksos. Selain membersihkan sampah pada jalinbar, kami juga membentangkan sepanduk himbawan kepada pengendara agar tidak memberi makan primata di tepi jalan,” tuturnya.

Sebab, tambah Jumingan, selain berbahaya bagi primata memberi makan primata di tepi jalan juga akan menyisakan sampah yang tak sedap dipandang dan memancing primata untuk datang dalam jumlah banyak.

“Ya, tidak sedikit primata yang tertabrak lantaran mengais sampah ditepi jalan,” ujarnya.

Senada, salah satu Tokoh Pemuda Bengkunat, Ridho mengatakan, Baksos yang dilakukan pihaknya sebagai upaya pelestarian lingkungan dan usaha menjaga ekosistem yang ada di TNBBS.

“Kami berharap dengan Baksos ini dapat mengurangi jumlah primata yang yang menjadi korban kelalaian pengendara, dan ekosistem lainnya juga dapat terjaga,” kata Ridho.

Kedepan, lanjut Ridho, pihaknya berharap pemerintah Kabupaten Pessisir Barat dapat memberikan perhatian khusus terhadap ekosistem yang ada di TNBBS.

“Ya, mestinya pemerintah lebih peduli, dan kami siap membantu pemerintah dalam upaya melestarikan lingkungan khususnya di TNBBS,” tandasnya. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *