Bandarlampung Berlakukan PPKM Darurat

JARRAKPOSLAMPUNG – Menko Perekonomian Airlangga Hartato menyampaikan jika Kota Bandarlampung sebagai salah satu wilayah yang wajib menerapkan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat mulai Senin, 12 Juli 2021.

Penerapan itu, menurut Airlangga, diberlakukan berdasarkan penilaian menggunakan empat indikator. Antara lain asesmen di level 4, keterisian tempat tidur isolasi di atas 65%, kasus aktif meningkat signifikan, dan capaian vaksinasi di bawah 50%.

“Kami melakukan penilaian pada 43 kabupaten kota kemudian diperkecil menjadi 23. Ada 19 kabupaten kota dengan BOR di atas 65 persen. Sebanyak 19 itu vaksinasi masih di bawah 50 persen dan hanya empat wilayah yang di atas 50,” kata dia dalam Konpers Virtual tentang pemberlakuan PPKM Darurat di luar Pulau Jawa-Bali, Jumat (09/07/2021).

Dalam paparannya, tingkat keterisian tempat tidur isolasi di Bandarlampung mencapai 87%. Persentase itu menempatkan Kota Bandarlampung di posisi ke lima dari 15 daerah di luar Jawa-Bali yang menerapkan PPKM Darurat.

ilustrasi

Sementara, Walikota Bandarlampung, Eva Dwiana mengakui jika selama ini masyarakatnya masih abai dalam penerapan prokes. Karenanya dirinya mengajak agar masyarakat mau bekerjasama dengan pemerintah untuk mematuhi prokes ketat.

“Saya sedih, tapi apa boleh buat. Kita harap masyarakat bisa bekerja sama dengan baik di PPKM Darurat nanti,” kata Eva.

Eva menegaskan, dia memohon dengan sangat agar semua lapisan masyarakat tidak main-main lagi dengan Covid-19.

“Jangan main-main lagi. Sebentar-sebentar buka masker. Harus perketat protokol kesehatannya,” kata Eva.

Eva menambahkan, untuk memperketat protokol kesehatan ini, tim satgas akan turun hingga ke tingkat kelurahan.

“Bukan lagi di sentra-sentra, kita akan turun sampai ke kelurahan,” tegasnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *