Babak Baru Isu Suap KPU Lampung

Dipanggil Komisi I DPRD, Esti Mangkir

JARRAKPOSLAMPUNG – Kecurigaan masyarakat terkait kebenaran isu suap dalam proses rekrutmen Komisi Penyelenggara Pemilu (KPU) se-Lampung beberapa waktu lalu, kini menemui titik terang.

Komisi I DPRD Lampung terus melakukan pengalian informasi terkait hal tersebut. Senin (02/12/2019) lembaga legislatif itu memanggil seluruh komisioner KPU Lampung termasuk Sekretarisnya. Sangat disayangkan salah satu komisioner, Esti Nur Fathonah yang disangkakan dalam prihal suap justru mangkir.

“Ya, hari ini kami memanggil seluruh Komisoner KPU. Tapi yang artis (Esti) justru tidak hadir,” kata anggota Komisi I DPRD Lampung, Azwansyah kepada jarrakposlampung.com.

Menurut Azwan (sapaan akrabnya), mangkirnya Esti Nur Farhonah ketika dipanggil Komisi I justru akan melegitimasi kebenaran isu suap tersebut.

“Kalau (Esti) tidak hadir begini. Wajar dong kalau kita tambah curiga. Apalagi pada saat pelapor (Dr. Budiono) kami panggil, yang sangkutan sangat kooperatif dan menunjukkan bukti-bukti,” kata anggota Fraksi PKB itu.

Dari informasi yang dihimpun jarrakposlampung.com, mangkirnya Esti Nur Fathonah lantaran sedang memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Polda Lampung.

Dr. Budiono sebagai pelapor, ketika dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kendati demikian, Budiono enggan memberikan ketrangan lebih lanjut. Sebab, kata dia, berkaitan dengan pengawalan kasus tersebut telah diserahkan ke Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandarlampung.

“Langsung konfirmasi ke Direktur LBH saja ya. Sebab kami menyerahkan sepenuhnya pengawalan proses hukum ke LBH,” kata Dr. Budiono.

Disinggung apakah dirinya (Dr. Budiono) sudah di panggil oleh DKPP dan penyidik Polda Lampung? Budiono mengatakan, dirinya sudah dimintai keterangan oleh penyidik Polda Lampung seminggu sebelumnya.

“Saya sudah dipriksa. Apa yang saya sampaikan sama dengan yang saya katakan pada wartawan pada saat jumpa pers di LBH. Untuk DKPP, sampai saat ini belum ada panggilan,” tuturnya.

Sayangnya, sampai berita ini di posting Direktur LBH Bandarlampung belum dapat dikonfirmasi. Beberapa kali wartawan menghubungi melalui telepon selulernya tidak ada respon.

Diketahui, Komisioner KPU Lampung terdiri dari Ketua KPU Lampung, Erwan Bustami dan komisionernya, Ismanto, Ali Sidik, M. Tio Aliansyah dan Antoniyus Cahyalana serta Sekretaris KPU Provinsi Lampung, Gunawan Riadi memenuhi panggilan Komisi I DPRD Lampung, Senin (02/12/2019).

Sementara, yang diduga menerima uang pelicin dalam kasus ini, Esti Nur Fathonah jutru tidak hadir memenuhi undanhan Komisi I.

Ketua Komisi I DPRD Lampung, Yozi Rizal mengatakan, setelah mendengarkan kesaksian pelapor Budiono, dirinya percaya bahwa ada dugaan jual beli jabatan.

Oleh karena itu, pihaknya sedang menunggu hasil pemeriksaan dan sanksi terhadap Komisioner KPU Lampung Esti Nur Fathonah dari pihak yang berwajib yakni Polda Lampung dan DKPP RI.

“KPU harus dipercaya oleh masyarakat untuk menjalankan tugasnya mensukseskan kepemiluan,” tegas Yozi Rizal.

Diketahui, salah satu komisioner KPU Lampung, Esti Nur Fathonah dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) lantaran diduga kuat melakukan suap kepada oknum di pusat (KPU RI) sebagai syarat untuk lolos seleksi KPU.

Tidak hanya itu, Esti juga menawarkan kepada salah satu peserta seleksi calon komisioner KPU Tulang Bawang, VYP melalui peserta seleksi calon komisioner KPU Pesawaran, LP untuk menyetorkan sejumlah uang.

“Buktinya ada semua, ada rekamannya,” kata Dr Budiono saat memberikan keterangan pers di Kantor LBH Bandar Lampung, Jumat (8/11/2019).

Saat pengumuman Komisioner KPU se-Lampung. Keduanya yakni Viza dan Lilis mengendap pada urutan ke 10, alias tidak masuk sebagai 5 besar. (ari)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *