Arinal : Haram Hukumnya Tarik SPP Saat Pandemi

JARRAKPOSLAMPUNG – Gubernur Lampung Arinal Djunaidi menghimbau kepada masyarakat Lampung, agar melaporkan jika masih ada sekolah penerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang masih menarik SPP. Bahkan, orang nomor satu tersebut mengharamkan penarikan SPP di masa pandemi Covid-19.

Ya, sekolah-sekolah yang menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) reguler dan BOS daerah, diharamkan memungut SPP atau iyuran lainnya saat pandemi.

“Kalau ada kejadian di lapangan (sekolah menarik SPP dan sumbangan kepada wali murid), kita akan ambil tindakan, karena itu haram hukumnya,” kata Arinal Djunaidi saat menanggapi keluhan wali murid beberapa sekolah yang diklaim menarik SPP, Senin (11/05/2020).

Dinas Pendidikan Provinsi Lampung, lanjutnya, telah mengeluarkan surat edaran agar pihak sekolah melaksanakan kegiatan belajar dan mengajar di rumah pada masa darurat penyebaran Covid-19.

Menurut Arinal, bila masih saja ada kepala SMA/SMK yang menarik uang SPP dan sumbangan lainnya kepada wali murid, bila dapat dibuktikan langsung dapat diambil tindakan tegas.

Dikarahui, Surat Edaran Dinas Pendidikan Provinsi Lampung nomor 420/1062/V.01/DP.2/2020 berisikan, dalam rangka meningkatkan aksesabilitas dan mutu pembelajaran bagi peserta didik di sekolah, serta pelaksanaan kebijakan pendidikan dalam masa darurat penyebaran Covid-19, diminta kepada kepala sekolah SMA/SMK/SLB negeri dan swasta se-Provinsi Lampung penerima dana BOS reguler dan BOSDA, untuk tidak melakukan penarikan SPP atau sumbangan lainnya terhadap wali murid peserta didik.

Lina (52 tahun), wali murid SMA swasta di Bandarlampung mengeluhkan pihak sekolah masih menarik uang SPP pada bulan Mei dan Juni, sedangkan kegiatan belajar pada bulan Mei dan Juni sudah tidak ada lagi bagi anaknya yang sudah lulus SMA.

“Anak saya sudah lulus SMA, tapi masih ditagih SPP bulan Mei dan Juni. Padahal, tidak sekolah sudah sejak Maret,” kata dia, sebagaimana dikutip republika.

Dia berharap pemerintah daerah turun tangan mengatasi kesulitan orang tua dalam masa pandemi Covid-19 dengan menggratiskan biaya SPP pada bulan anak tidak belajar di sekolah lagi.

“Ini kan bencana, darurat, bukan kondisi normal. Seharusnya dapat diperhatikan kesulitan ekonomi masyarakat,” ujarnya. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *