Akan Transaksi di Pesawaran, BNN Amankan Jaringan Pengedar Sabu Lintas Provinsi

2,86 Kg Sabu Diamankan!

JARRAKPOSLAMPUNG – Sedikitnya 2,86 kilogram barang bukti narkoba jenis Sabu diamankan Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung dalam dua peristiwa penangkapan yang dilakukan Lembaga Pemerintah Non Kementerian itu. Salah satunya diketahui akan melakukan transaksi di Kabupaten Pesawaran.

“Dua jaringan peredaran Sabu lintas provinsi sudah kita amankan. Dari dua kasus tersebut, tiga pelaku kami amankan dan Sabu seberat 2,86 kilogram diamankan sebagai barang bukti,” kata Kepala BNNP Lampung, Brigjen Pol I Wayan Sukawinaya kepada jarrakposlampung.com ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/05/2020).

Pengungkapan jaringan narkotika yang pertama, lanjut Sukawinaya, terjadi 18 April 2020 lalu sekitar pukul 19.00 WIB, di sebuah Warung Tambal Ban di jalan Soekarno Hatta, Kampung Sawah, Desa Ranggai Tri Tunggal RT 03 RW 04, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

Sukawinaya mengungkapkan, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat akan ada transaksi Narkotika di Desa Ranggai Tri Tunggal, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan.

“Petugas bergerak menuju desa tersebut dan melakukan penyisiran di jalan Soekarno Hatta, mulai dari THM Pasir Putih hingga SPBU Ranggai, Desa Ranggai Tri Tunggal RT 03 RW 04, Kecamatan Katibung, Kabupaten Lampung Selatan,” tuturnya.

Tim, lanjut Sukawinaya, kemudian melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial H (40), asal Lampung kelahiran Serang, Banten seorang Nelayan, dan langsung melakukan penggeledahan dan menemukan barang bukti Narkotika jenis Sabu sebanyak 921,35 gram sabu.

Kasus kedua, lanjut Sukawinaya, diungkap 18 Mei 2020 sekitar pukul 20.00 WIB, yang juga berawal dari informasi masyarakat terkait akan adanya penyelundupan Narkotika jenis Sabu dari Aceh menuju Lampung dan akan melakukan transaksi di daerah Pesawaran Lampung.

“Tim kemudian melakukan pengamatan untuk mengetahui profil target dan sekitar pukul 19.00 WIB. Tim mendapati dua orang yang ditangkap menggunakan kendaraan Roda 4 L300 jenis Pick-Up yang ingin melakukan transaksi di pintu Tol keluar Tegineneng,” jelasnya.

Tim kemudian melakukan penghadangan terhadap kendaraan tersebut dan melakukan penggeledahan terhadap dua orang dan didapati Narkotika jenis Sabu dengan berat 1939,53 gram.

“Tim kemudian membawa barang bukti dan tersangka berinisial AB dan S, warga Aceh ke kantor BNNP Lampung untuk dilakukan pemerikasaan lebih lanjut,” ungkapnya.

Sepanjang April dan Mei, tambah Sukawinaya, pihaknya mengungkap dua kasus. Kasus pertama dari laporan masyarakat, teman-teman di BNNP secara cepat merespon, ini dari kasus yang pertama dia bekerja sebagai nelayan.

“Jadi memang peredaran Narkoba ini, tidak memandang status sosial,” ujarnya.

Mantan Dirintelkam Polda Bali tersebut mengatakan, tiga pelaku ini masih selevel kurir, dimana barang tersebut berasal dari Aceh.

“Untuk kasus pertama, barang sudah disebar, kalau kasus yang kedua barang belum sempat diedarkan sudah kita tangkap, ini peran masyarakat yang mendapatkan informasi, untuk care gun mencegah peredaran di Lampung,” kata dia.

Disinggung apakah pihaknya akan terus melakukan pengembangan terkait dua kasus tersebut? Kepala BNN Lampung baru ini mengatakan, pihaknya masih terus mencari pelaku lainnya, setingkat pengedar dan bandar dari dua perkara ini. Ia juga tak menampik dua jaringan ini memanfaatkan situasi pandemi Covid-19, dan hari raya Idul Fitri.

“Masih dikembangkan, cuma hal teknis penyidikan tidak bisa kita paparkan,” terangnya.

Para tersangka akan dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) dan atau pasal 115 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) dan atau pasal 132 ayat (2) Jo pasal 114 ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman percobaan maksimal mati. (red)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *