2M dari 18M Mahar PKB, Hasil Patungan Keluarga Mustafa

JARRAKPOSLAMPUNG – Uang Rp2 miliar dari total Rp18 miliar yang digunakan sebagai mahar politik ke Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) oleh mantan Bupati Lampung Tengah, Mustafa untuk memperoleh rekomendasi dalam pencalonannya di pemilihan Gubernur Lampung tahun 2018, ternyata hasil patungan keluarga Mustafa.

Hal tersebut terungkap dalam persidangan lanjutan kasus suap Mustafa di Pengadilan Tipikor, Tanjungkarang, Kamis (25/03/2021).

Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menghadirkan sejumlah saksi dalam persidangan tersebut, diantaranya mantan Ketua DPRD Lamteng Achmad Junaidi Sunardi (Golkar), Wakil Ketua Natalis Sinaga (PDIP), Wakil Ketua Raden Zugiri (PDIP), dan Zainuddin (Gerindra) yang hadir secara daring dari Lapas Bandarlampung. 

Kemudian, mantan Anggota DPRD Lamteng Rusliyanto dan Ria Agusria hadir langsung di PN Tanjungkarang, ada Safuddin, kakak tiri Mustafa yang ikut menjadi saksi.

Lataran masih memiliki hubungan keluarga dengan terdakwah, Safuddin sempat ditawarkan untuk mengundurkan diri atau memberikan kesaksian tanpa disumpah oleh majelis hakim. Kendati demikian, kakak tiri Mustafa itu tetap memberikan kesaksian tanpa disumpah.

Suasa sidang lanjutan kasus suap Mustafa di pengadilan Tipikor

Dalam kesaksiannya, Saifuddin dimintai keterangan terkait dana Rp2 miliar yang disetorkannya kepada Mustafa dan diganti proyek jalan.

Safuddin pun menceritakan jika dirinya sempat dihubungi Mustafa terkait niat mencalonkan diri sebagai Cslon Gubernur Lampung, dan Mustafa minta agar dipinjami uang semaksimal mungkin.

“Saya ini usaha kebon, awalnya pertengahan 2017 Bupati (Mustafa) mau pinjam uang mau pencalonan gubernur. Mustafa minta sebanyak-banyaknya dan minta diserahkan ke Taufik Rahman (Kadis Bina Marga Lamteng),” kata Safuddin. 

Atas permintaan Mustafa itu, lanjut Safuddin, dirinya mengumpulkan uang dari beberapa keluarga dan terkumpul Rp2 miliar. Uang itu diserahkannya kepada Rusmaldi atau Ncus sebagai orang suruhan Taufik Rahman di PKOR Wayhalim. 

“Saya gak ada uang, jadi saya hubungi keluarga Febri Abdullah Rp500 Juta, Mis Rp200 Juta, Kyay Rp200 Juta, Batin Rp200 Juta, Iwan Rp200 Juta dan Heri Rp200 Juta, terkumpul Rp2 M, punya saya Rp500 Juta,” tuturnya. 

Ia juga menuturkan, mendapatkan proyek pembangunan jalan di Rumbia senilai Rp1,5 miliar dan sudah dikerjakan tahun 2017. Pekerjaan itu ia berikan ke rekanan lain dan ia mendapat bagian 10-15 persen. 

Mustafa membenarkan, uang Rp2 miliat itu menjadi bagian uang yang diberikannya ke PKB. (***)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *